Kamis, 29 Desember 2016

Pemeran Utama

Kehidupan ini ga melulu semua hal yang ingin didapatkan akan menjadi hak paten,
Kehidupan ini harus penuh toleransi, penerimaan, dan keikhlasan.
Mungkin kita adalah sang pemeran utama yang berkuasa,
Tapi jangan pernah lupa bahwa masih ada sang penulis cerita yang lebih berkuasa.

Kadang sang pemeran utama lupa akan tugas utamanya bermain peran
Ia terlalu terlena dengan godaan dunia fana yang memesona
Hingga akhirnya dia selalu tidak bisa menerima 
dan putus asa akan jalan cerita yang ada

Harusnya pemeran utama sadar, ia hanya bermain peran
Sampai batas waktu yang ditentukan,
Mengapa tidak jalankan semuanya sesuai aturan
Sehingga tidak akan ada akhir cerita yang berantakan.



Minggu, 25 Desember 2016

Cerita kita ...

Cerita kita ...
Berawal dari rasa penasaran dan keingintahuan,
Entah kamu yang sengaja menggoda karena iseng saja,
Atau malah aku yang justru tergoda karena tidak waspada.

Cerita kita ...
Terlepas dari begitu banyak pertanyaan dan kebingungan,
Mengapa rasanya ini terlalu begitu menyenangkan,
Sampai-sampai tak ada rasa penyesalan.

Cerita kita ...
Dari semua kata-kata yang tertata, entah ini kebohongan belaka atau benar ketulusan kita
Aku benci bertanya-tanya dalam hati,
Haruskah cerita ini kita akhiri ?!

Sabtu, 24 Desember 2016

Cerita Kita ?!

Cerita Kita ...
Entah dari mana dan bagaimana cerita ini dimulai
Dengan tiba-tiba aku merasa semua hal yang kamu lakukan terasa menyenangkan.

Cerita kita ...
Apakah yang sebenarnya sedang kita lakukan?
Kamu yang tergoda dengan pesona atau aku yang termakan rayuan.

Cerita kita ...
Mari jangan libatkan emosi dan perasaan terlalu dalam,
Biarkan cerita ini berjalan dengan nyaman.

Minggu, 19 April 2015

PART 1

banyak dari mereka para wanita memimpikan akhir cerita cinta yang bahagia layaknya kisah dongeng seorang putri kerajaan. bertemu pangeran impian yang baik hati dan juga tampan. memiliki wajah cantik dan gaun pesta mewah. malam ini sayangnya bukan kisah tentang seorang putri dari kerajaan, ini hanyalah kisah seorang wanita biasa dengan kisahnya yang juga biasa. Diani Windi, nama ku.

cinta pertama, aku yakin semua orang pernah merasakannya termasuk aku. namun sampai saat ini aku tak tahu pasti deskripsi detailnya dari cinta pertama itu apa dan seperti apa. seingat ku saat pertama kali aku menyukai lawan jenis ku mungkin itu " si cinta pertama " aku bukan hanya menyukainya namun mulai selalu memperhatikannya dan selalu ingin bertemu dengannya. itu dimulai ketika aku duduk dibangku kelas 2 sekolah menengah pertama, beberapa teman ku bilang ini namanya " cinta monyet ". entahlah aku tak ambil pusing soal istilah " cinta " itu yang aku tahu rasanya berbeda, itu saja. Diwan Saputra, dia tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu tampan tapi, dia menyenangkan. dia bukan teman sekolah ku dia adalah teman kakak ku, kakak ku selalu membewa teman-temannya ke rumah setelah mereka pulang sekolah, di rumah ku lah pertemuan pertama aku dengan Diwan. banyak hal yang terjadi diantara kami berdua yang faktanya hanya aku saja yang berlebihan mengaggap semua sikapnya kepada ku saat itu. dia sering menjemput ku kesekolah ketika aku minta kakak ku untuk menjemput tapi malah dia yang datang. dia juga sering membantu ku menyelesaikan tugas-tugas sekolah ku, dan dia selalu mengajakan ku untuk wisata kuliner meskipun itu hanya jajanan makanan di depan kompleks rumah ku.
" kakak seneng bisa kenal kamu, kamu lucu coba kalau kamu adeknya kakak, rumah kakak pasti ga bakal sepi ".
 itulah kalimat yang selalu aku ingat dari mulutnya, dari situ aku paham jika ia tak lain hanyalah mengagap aku sebagai adeknya. bahkan dia tak sungkan untuk selalu bercerita tentang wanita yang sedang ia sukai kepada aku. namun banyak hal yang aku dapatkan saat mengenal dia, mungkin karena dia adalah pria pertama yang aku sukai jadi sedikit sulit untuk aku bisa melupakannya saat itu.sampai pada saatnya aku masuk bangku sekolah menengah atas dan kakak ku lulus sekolah menengah atas mulai jarang bermain dengan teman-temannya lagi, aku mulai jarang bertemu dan bermain dengan dia lagi. padahal aku ingin pamer kepada dia, bahwa aku sekarang sudah besar dan cantik.

to be continued...

Jumat, 02 Januari 2015

2015

it's january and it's new years, cerita baru pun siap menanti di sana. terimakasih 2014 dan selamat datang 2015 dan seperti kebanyakan orang pastinya yang berharap tahun ini menjadi pribadi lebih baik dari tahun sebelumnya, begitu pun saya. setelah blog ini kembali mati suri karena saya yang terlalu malas untuk membukanya, karena tak begitu yakin akan ada yang membaca entri terbaru saya atau tidak, hari ini saya memutuskan paling tidak sebulan sekali saya harus rutin membuka diary digital saya ini untuk bercelotoh tentang semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya setiap bulannya, untuk apa? yah jawabannya hanyalah untuk membuang penat dan sekedar bercerita ngaler ngidul untuk meringankan kepenatan. karena percaya atau tidak setiap detiknya kehidupan kita selalu ada cerita yang berbeda-beda. malam ini pun saya punya sejuta cerita panjang lebar yang ingin diungkapkan, namun saya terlalu malas merangkao kata demi katanya, sayang hanya akan memberikan garis besarnya saja, di tahun yang baru ini, sejujurnya saya tidak begitu bahagia menyambut kedatangan si 2015 karena rasanya kehidupan nyata itu menjadi semakin jelas dan menakutkan. meninggalkan si 2014 itu menjadi kebingungan tersendiri bagi saya, begitu bahagia karena saya mampu menyelesaikan tugas saya tepat waktu, namun juga cemas karena saya harus mampu membuka pintu gerbang kehidupan yang sebenarnya. terlalu banyak pertimbangan dan berpikir macam-macam memang tidak bagus, namun yag namanya hati nurani mana bisa dibohongi meski mulut berkata siap sebenarnya hati berteriak bilang tidak siap. dan seperti kebanyak orang bilang juga karena kehidupan itu terus berjalan dan tidak cukup dengan hanya dipikirkan, maka hanya saya sendirilah yang dapat menyelamatkan diri saya sendiri dari segala macam kecemasan. begitu banyak rencana yang saya buat untuk menyambut kedatangan si 2015 namun sebenarnya saya tidak yakin betul kalau semua rencana saya itu akan berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. saat ini saya hanya akan berpikir untuk tetap membuat sejuta rencana-rencana gila untuk hidup saya dan akan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik apa pun itu bentuknya, meski terdengar klise namun hanya dengan berpikir seperti itulah saya bisa memberikan semangat pada diri saya sendiri.

Welcome 2015, a new story is started.
Good night, Fenni .....

Rabu, 27 Agustus 2014

BULAN dan MATAHARI

ini bukan cerita tentang tata surya dan segala isinya
ini hanya cerita tentang mereka yang ingin coba bersama
bersama berdampingan menerangi dan menghangatkan dunia
bukan sekedar memberi warna di malam gelap gulita
bukan juga sekedar menghangatkan pagi disaat malam pergi

tapi itu semua tak mungkin nyata
mereka tak mungkin bisa bersama
mereka dipisahkan ruang dan waktu
jika mereka bersatu,
dunia tak kan lagi punya cerita

mereka hanya bisa saling merindu,
BULAN yang merindukan MATAHARI di malam hari
MATAHARI yang merindukan BULAN di pagi hari

Kamis, 26 Juni 2014

Tanpa Judul

welcome Back !
aahhh, menyedihkan gara-gara kesibukan yang begitu terlalu dan kadang ga jelas, juga pulsa modem yang pas-pasan jadi tak bisa begitu rutin dan sering menulis dan berceloteh di dunia maya yang satu ini.
sudah terlalu banyak cerita basi yang terlambat untuk diceritakan. dimulai dari ulang tahun ku tahun ini, yes MAY selalu jadi bulan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya, dan tahun ini aku genap berusia 22 tahun. *prokprokprok. ulang tahun tahun ini tak seindah tahun lalu, yaaahh kalian tahulah kadang banyak hal yang tak berjalan sesuai keinginan tapi, biarpun begitu aku tetap bersyukur karena mendapat banyak ucapan dan cukup kado, terimakasih semua. berlanjut pada bulan juni yang beberapa hari lagi berakhir ini, begitu banyak kejutan yang terduga, menyebalkan juga menyenangkan, silih berganti satu sama lain.
sebenarnya postingan malam ini tidak bermaksud membahas cerita yang sudah basi, hanya saja malam ini aku sedang benar-benar ingin berceloteh tidak jelas di sini, aku mulai tidak produktif menulis sesuatu aku hampir saja kehabisan kata-kata pada diri sendiri, mmhhh, ada yang bilang pada ku kalau orang-orang yang suka menulis blog atau sibuk bercerita pada dunia maya itu hanyalah orang-orang yang tak pandai berkomunikasi pada orang banyak. setujukah kalian ? kalau aku pribadi merasa itu ada benarnya juga, karena aku merasakannya sendiri, aku bukanlah orang yang pandai berkomunikasi secara verbal pada orang banyak, aku lebih suka menulis semua keluh kesah ku pada sebuah buku dairy atau dunia maya seperti ini, apa lagi jika isinya tentang protes yang begitu membuat hati ku tersinggung atau terganggu. buat ku saat aku menulis semuanya tumpah ruah, aku bisa mengatangatai seseorang atau sesuatu sesuka hati ku, aku lebih senang membiarkan jari tangan ku menari di atas keyboard dari padi mulut ku berceloteh sampai kering karena terlalu banyak berbicara.
akupun tak yakin bahwa blog ku punya pembaca, jadi rasanya sudah paling tepat melakukan curhat dan protes di sini.
selamat malam.