Selasa, 26 Juni 2012

INI ??!!

ini hanya soal bagaimana caranya menikmati hidup
mengapa harus terlalu begitu sulit dan rumit
tidak sedikit diluar sana yang kurang beruntung soal hidup
mengapa harus terlalu begitu was-was dan gelisah

kehidupan layaknya jarum jam yang terus berputar
mengapa rasanya begitu tersiksa saat dituntut untuk dewasa
kehidupan tak selamanya terus bahagia dan merana
tinggal tunggu dimana waktu yang tepat bagi kita


Jumat, 01 Juni 2012

Mereka dan Kami

begitu banyak dari mereka yang menari-nari di hadapan kami
sambil bersosialisasi, berkomunikasi kesana-kemari
untuk kemudian kami hanya tersenyum-senyum sendiri
lalu mereka mengajak kami menari-nari, bersosialisasi dan berkomunikasi
lantas kami berlari,
jelas kami berlari, karena kami tidak lah pandai menari-nari
bersosialisasi apalagi berkomunikasi,
kami lebih suka menyendiri dalam sepi ...

mereka dan kami berbeda soal pandangan diri,
kami benci menari-nari, mereka suka menari-nari
kami benci bersosialisai, mereka suka bersosialisasi
kami benci berkomunikasi, mereka suka berkomunikasi

kami suka menyendiri, mereka benci menyendiri
kami menikmati sepi, mereka meratapi sepi ...



Senin, 28 Mei 2012

EGOIS !!!

Egois itu,
Ego punya kendali inti dalam diri
Ego punya kuasa raja dalam rasa, dan
Ego punya kerja tahta dalam dada

Keegoisan itu datang ketika,
Ego merasa tak nyaman dengan diri
Ego merasa teracam oleh rasa, dan
Ego merasa sesak didalam dada

alasan Egois itu ada,
Ego terkadang tak bersahabat baik dengan diri dan hati
Ego terkadang merasa terhimpit diantara rasa dan dada, dan
Ego terkadang ingin diakui soal keberadaan nya !!

Jumat, 04 Mei 2012

Berharga VS Tidak Berharga ?!?!

seseorang yang berharga dan tidak berharga,
sebenarnya miliki peran yang sama dalam kehidupan kita,
karena tanpa sadar seseorang yang berharga dan tidak berharga,
bersatu saling melengkapi membuat kehidupan jadi sempurna,

baik hati, menyenangkan, kekasih hati jadi pilihan untuk seseorang yang berharga,
iri hati, menyebalkan, bekas kekasih hati jadi pilihan untuk seseorang yang tidak berharga
saat sedang memilah antara berharga dan tidak berharga,
sadar kah bahwa berharga takan hadir tanpa adanya tak berharga.

saat berhadapan dengan mereka yang iri hati,
sesungguhnya peran mereka tak kalah berharga,
tanpa kehadiran mereka, kita tak kan pernah tau usaha kita
memperbaiki diri agar menjadi pribadi baik hati.

saat berhadapan dengan mereka yang menyebalkan,
sesungguhnya peran mereka juga tak kalah berharga,
tanpa kehadiran mereka, kita tak kan pernah tau usaha kita
untuk menahan diri agar tak mencaci maki kemudian menjadi pribadi menyenangkan.

dan,

saat berhadapan dengan bekas kekasih hati,
sesungguhnya peran mereka pun tak kalah berharga,
tanpa kehadiran mereka, kita tak kan pernah tau usaha kita
untuk tak menangisi apa yang tak dimiliki lalu temukan kembali kekasih hati.

sesungguhnya mereka yang berharga dan tidak berharga,
semuanya sama-sama miliki makna, berbeda-beda
tinggal bagaimana kita membuatnya menjadi lebih bermakna.
jangan pernah lupakan mereka :')

Kamis, 03 Mei 2012

Pementasan Drama VS Kehidupan Nyata

baik pementasan Drama dan kehidupan nyata sama-sama di atur sutradara
dalam kehidupan nyata diatur oleh sutradara yang Maha Kuasa,
dalam pementasan Drama diatur oleh sutradara yang Maha Karya,

sayangnya dalam kehidupan nyata mereka tidak bisa bergantian peran layaknya pementasan Drama,
saat mulai jemu dengan peran mereka, tak bisa lantas minta tukar dan baca sekenario dari awal.


namun, banyak dari mereka yang mementaskan Drama dalam kehidupan nyata,
terkadang mereka berlomba bermain peran, mengadu domba, tertawa, menggila
berakting senang dalam sedihnya, berakting suka dalam bencinya, berakting tertawa dalam sepinya
masih ada kah dari mereka  yang benar-benar terbuka dan apa adanya ?


dalam kehidupan nyata, mengapa mereka ...
tak mainkan peran dengan benar-benar mendalam ?
tak ikuti alur dengan membiarkannya mengalun ?
tak berperan dengan natural, jujur menjamur  ?
tak bisa terima cerita dari sutradara yang Maha Kuasa ?

namun,

dalam pementasan Drama, mengapa mereka ...
bisa memainkan peran begitu mendalam
bisa ikutin alur dan membiarkannya mengalun
bisa berperan natural dan begitu jujur
bisa menerima cerita dari sutradara yang Maha Karya

ada apa dengan mereka ?
rupanya mereka memang suka mementaskan Drama dalam kehidupan nyata,
benar-benar memuakan mata !!!




Sabtu, 28 April 2012

" lebih sakit yang di sini "

sadar atau tidak ketika masih kecil dulu,
aku lebih sering terluka, dari pada ketika aku dewasa.

saat masih kecil ketika berlari tak jarang aku tersandung,
dan terjatuh hingga berdarah.
bahkan saat bermain sepeda pun tak jarang aku lantas,
tersungkur masuk selokan.
namun biarpun terluka tapi rasanya senyum bahagia selalu ada.

saat mulai beranjak dewasa ketika berlari aku tak pernah tersandung,
apa lagi terjatuh hingga berdarah, malah aku begitu memperhatikan langkah.
saat bermain sepeda tak pernah aku sampe tersungkur masuk selokan,
malah aku begitu hati-hati mengayuh sepeda ku.
namun biarpun tidak terluka tapi rasanya senyum bahagia ini hampa.

saat masih kecil aku sering terluka, bahkan tak jarang
hingga mengeluarkan darah,
rasanya sakit dan perih, sobat.
namun hanya sesaat untuk selanjutnya membaik.

kini,

saat mulai beranjak dewasa aku jarang terluka,
apalagi hingga mengeluarkan darah,
namun aku punya luka, sobat
ini tidak nampak tidak juga berdarah,
tapi begitu terasa menyesakkan dan pedih.
lebih perih dari luka berdarah ku,
" lebih sakit yang di sini " [hati]




RAGA INI ??!

raga ini terasa begitu jahat ketika,
kita tak lagi gunakan akal sehat
raga ini terasa begitu kejam ketika
kita tak lagi merasa tentram
raga ini terasa seperti orang lain ...


raga ini sulit terkendali ketika,
kita tak lagi bisa berkompromi
raga ini sulit tertunduk ketika,
kita tak lagi bisa mengetuk pintu hati
raga ini sulit untuk berdiskusi ...


mengapa raga ini menjadi demikian berbeda ?
terasa seperti raga yang punya dua jiwa,
berlomba-lomba menguasai raga,
membiarkannya jatuh dalam asa ...