meskipun terlihat kuat,
sebenarnya Ia sedang berusaha berdiri tegak dengan beban di pundak
meskipun terlihat tegar,
sebenarnya Ia sedang berusaha menutupi hatinya yang penuh hingar bingar
meskipun terlihat tenang,
sebenarnya Ia sedang berusaha berjalan dengan melayang
di matanya mulai turun hujan,
Ia harus cepat berdamai dengan keadaan
Ia harus bisa menerima parahnya kenyataan
jangan biarkan hujan deras turun di matanya .....
Hello, I'am Fenni welcome to My life, My world and My story :) terkadang sulit bercerita tentang apa yang dirasa dengan berbicara. Dengan menulis rasanya semua jadi tumpah ruah. Emosi, kesedihan, kegembiraan, kesepian, kegalauan, lenyap sudah. Dengan menulis aku bercerita tentang semua rasa. Enjoy it !! ;)
Selasa, 13 Maret 2012
Kamis, 08 Maret 2012
BELAHAN JIWA
ketika 2 insan manusia hidup dalam satu dunia
saling bertemu dan berkenalan
mulai tertarik dan merasa cocok
terikat dalam satu ikatan
bisakah mereka disebut belahan jiwa ?
ketika mereka tak sering bertemu
tak banyak berbincang-bincang
haya saling mengenal
namun dihati menimbun rindu
bisakah mereka disebut belahan jiwa ?
belahan jiwa,
ada saat suka dan duka
mengerti bagaimana kita
kadang tindakannya tak terduga
belahan jiwa itu aku ...
saling bertemu dan berkenalan
mulai tertarik dan merasa cocok
terikat dalam satu ikatan
bisakah mereka disebut belahan jiwa ?
ketika mereka tak sering bertemu
tak banyak berbincang-bincang
haya saling mengenal
namun dihati menimbun rindu
bisakah mereka disebut belahan jiwa ?
belahan jiwa,
ada saat suka dan duka
mengerti bagaimana kita
kadang tindakannya tak terduga
belahan jiwa itu aku ...
Kamis, 01 Maret 2012
HARAPAN, MIMPI, dan AMBISI
harapan ini berawal dari sebuah mimpi dan ambisi
terlepas dari realita dan masuk ke dalam imajinasi
ketika waktu berjalan begitu cepat,
harapan ini malah tertinggal jauh dibelakang
ketika aku tersadar,
mimpi dan ambisi pun ikut tertinggal,
hilang tertelan dimakan waktu
ketika waktu berjalan begitu cepat, harusnya aku berlari untuk mengimbangi
ketika harapan ini malah tertinggal jauh dibelakang, harusnya aku tarik ke depan
dan saat mimpi dan ambisi pun ikut tertinggal, harusnya aku ikat mereka didepan jangan biarkan mereka hilang tertelan dimakan waktu
Jumat, 17 Februari 2012
TAK TERBALAS
terlalu pahit tuk dibayangkan
semua terjadi diluar kemampuan
salahkah bila ku tetap bertahan ?
bisakah coba rasakan apa yang kurasakan,
terlalu perih biarkan ini terjadi
ku tak bisa sembunyi terlalu lama di atas luka
aku ada disamping mu, tapi kau ulrkan tangan mu pada yang lain
teriakan ku tak mampu tutupi semua ini
ku sadari semua tak terbalas
harus kau tau, ini menyakitkan
terlalu menyakitkan
semua terjadi diluar kemampuan
salahkah bila ku tetap bertahan ?
bisakah coba rasakan apa yang kurasakan,
terlalu perih biarkan ini terjadi
ku tak bisa sembunyi terlalu lama di atas luka
aku ada disamping mu, tapi kau ulrkan tangan mu pada yang lain
teriakan ku tak mampu tutupi semua ini
ku sadari semua tak terbalas
harus kau tau, ini menyakitkan
terlalu menyakitkan
Rabu, 15 Februari 2012
Letters to my father ...
Ayah,
ternyata wonder women itu tidak selamanya kuat terkadang dia juga butuh teman malah tak jarang dia terluka dan cedera karena musuhnya.
Ayah,
kalau boleh aku minta aku ingin kembali ke masa lalu, masa dimana aku jadi gadis kecil ayah.
aku rindu kecupan di kening dan pipi sebelum tidur.
Ayah,
aku benci saat ini, benci dengan semua masalah dan smua teman-temannya.
Ayah,
gadis kecil ayah sangat merindukan ayah !
MEKANISME PERTAHANAN DIRI
Mekanisme pertahan diri adalah, sebagian dari cara individu
mereduksi perasaan tertekan, kecemasan, stres, atau pun konflik,
baik yang disadari ataupun tidak disadari.
beberapa mekanisme pertahanan diri menurut Freud dan ahli
psikoanalisa lain, yaitu :
a. Represi
Upaya individu untuk menyingkirkan frustasi, konflik batin, mimpi buruk, dan lainnya yang menimbulkan kecemasan.
b. Supresi
Suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar implus-implus yang ada tetap terjaga.
c. Pembentukan Reaksi
Berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya dan menampilkan ekspresi wajah yang berlawanan.
d. Fiksasi
Individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh kecemasan.
e. Regresi
Respon umum bagi individu bila berada dalam situasi frustasi. Dapat pula terjadi bila individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda.
f. Menarik diri
Biasanya disertai dengan depresi dan sikap apatis
g. Mengelak
Bisa secara fisik atau menggunakan metode tak langsung untuk mengelak.
h. Menyangkal kenyataan
Menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan. Ada unsur penipuan diri
i. Fantasi
j. Rasionalisasi
Usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk
k. Intelektualisasi
Menghadapi situasi yang seharusnya menimbulkan perasaan yang amat menekan dengan cara analitik, intelektual, dan sedikit menjauh dari persoalan.
l. Proyeksi
Sangat cepat dalam memperlihatkan ciri pribadi individu lain yang
tidak dia sukai, dan apa yang dia perhatikan itu akan cenderung dibesar-besarkan.
mereduksi perasaan tertekan, kecemasan, stres, atau pun konflik,
baik yang disadari ataupun tidak disadari.
beberapa mekanisme pertahanan diri menurut Freud dan ahli
psikoanalisa lain, yaitu :
a. Represi
Upaya individu untuk menyingkirkan frustasi, konflik batin, mimpi buruk, dan lainnya yang menimbulkan kecemasan.
b. Supresi
Suatu proses pengendalian diri yang terang-terangan ditujukan menjaga agar implus-implus yang ada tetap terjaga.
c. Pembentukan Reaksi
Berusaha menyembunyikan motif dan perasaan yang sesungguhnya dan menampilkan ekspresi wajah yang berlawanan.
d. Fiksasi
Individu menjadi terfiksasi pada satu tahap perkembangan karena tahap berikutnya penuh kecemasan.
e. Regresi
Respon umum bagi individu bila berada dalam situasi frustasi. Dapat pula terjadi bila individu yang menghadapi tekanan kembali lagi kepada metode perilaku yang khas bagi individu yang berusia lebih muda.
f. Menarik diri
Biasanya disertai dengan depresi dan sikap apatis
g. Mengelak
Bisa secara fisik atau menggunakan metode tak langsung untuk mengelak.
h. Menyangkal kenyataan
Menganggap tidak ada atau menolak adanya pengalaman yang tidak menyenangkan. Ada unsur penipuan diri
i. Fantasi
j. Rasionalisasi
Usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan atau menyembunyikan perilakunya yang buruk
k. Intelektualisasi
Menghadapi situasi yang seharusnya menimbulkan perasaan yang amat menekan dengan cara analitik, intelektual, dan sedikit menjauh dari persoalan.
l. Proyeksi
Sangat cepat dalam memperlihatkan ciri pribadi individu lain yang
tidak dia sukai, dan apa yang dia perhatikan itu akan cenderung dibesar-besarkan.
HIDUP ...
selalu setiap harinya berusaha mensyukuri yang dimiliki
nikmati hari-hari
tapi selalu ada yang mengganggu hati
entah apa yang terjadi terlepas dari imajinasi dan realiti
masalah yang bertubi-tubi harus tetap teratasi
bangkit meraih mimpi tuk wujudkan kehidupan yang abadi
nikmati hari-hari
tapi selalu ada yang mengganggu hati
entah apa yang terjadi terlepas dari imajinasi dan realiti
masalah yang bertubi-tubi harus tetap teratasi
bangkit meraih mimpi tuk wujudkan kehidupan yang abadi
Langganan:
Postingan (Atom)