Selalu ada yang bisa dikagumi dari kami
Sapaan hangat mentari pagi, nyanyian merdu burung nuri
Dan hembusan lembut angin pagi.
Selalu ada yang bisa dikagumi dari kami
Pesisir pantai yang damai, buah-buahan yang rupawan
Dan lukisan alam yang menawan
Selalu ada yang bisa dikagumi dari kami untuk mereka,
Namun, mereka tak lelah memberi luka
Mereka tak pandai bersikap bijaksana
Mereka lupa bahwa kami adalah rumah yang perlu dijaga.
Hello, I'am Fenni welcome to My life, My world and My story :) terkadang sulit bercerita tentang apa yang dirasa dengan berbicara. Dengan menulis rasanya semua jadi tumpah ruah. Emosi, kesedihan, kegembiraan, kesepian, kegalauan, lenyap sudah. Dengan menulis aku bercerita tentang semua rasa. Enjoy it !! ;)
Minggu, 08 Januari 2017
Sabtu, 07 Januari 2017
Berakhir
Penyesalan selalu datang diakhir,
Jika ia datang diawal makan bukanlah penyesalan namanya
Bolehkah sebentar saja kembali kemasa lalu?
Banyak hal yang belum aku sampaikan dan aku selesaikan di sana.
Sungguh permintaan BODOH
ketika semua hal berjalan begitu cepat,
Aku malah asik bermain-main dengan girangnya,
Sampai-sampai lupa jika si penyesalan datang dan menegur dengan telak,
" lihat aku, aku tertawa melihat mu tersiksa "
Aku ingin bersembunyi dan menghilang pergi,
Namun penyesalan terus menanti dan berdiri, menari-nari.
" maafkan aku ", akhirnya hanya kata itu yang bisa terucap!
Yang kemudian disambut dengan tawa keras si penyesalan dan berteriak,
" sudah terlambat, kau tak bisa kembali lagi kepada masa di mana aku tak di sini "
" semuanya akan benar-benar berbeda, hadapilah! Ini bayaran atas semua langkah
demi langkah yang kau lakukan sebelumnya, dan ini benar-benar berakhir. "
Jika ia datang diawal makan bukanlah penyesalan namanya
Bolehkah sebentar saja kembali kemasa lalu?
Banyak hal yang belum aku sampaikan dan aku selesaikan di sana.
Sungguh permintaan BODOH
ketika semua hal berjalan begitu cepat,
Aku malah asik bermain-main dengan girangnya,
Sampai-sampai lupa jika si penyesalan datang dan menegur dengan telak,
" lihat aku, aku tertawa melihat mu tersiksa "
Aku ingin bersembunyi dan menghilang pergi,
Namun penyesalan terus menanti dan berdiri, menari-nari.
" maafkan aku ", akhirnya hanya kata itu yang bisa terucap!
Yang kemudian disambut dengan tawa keras si penyesalan dan berteriak,
" sudah terlambat, kau tak bisa kembali lagi kepada masa di mana aku tak di sini "
" semuanya akan benar-benar berbeda, hadapilah! Ini bayaran atas semua langkah
demi langkah yang kau lakukan sebelumnya, dan ini benar-benar berakhir. "
Kamis, 29 Desember 2016
Pemeran Utama
Kehidupan ini ga melulu semua hal yang ingin didapatkan akan menjadi hak paten,
Kehidupan ini harus penuh toleransi, penerimaan, dan keikhlasan.
Mungkin kita adalah sang pemeran utama yang berkuasa,
Tapi jangan pernah lupa bahwa masih ada sang penulis cerita yang lebih berkuasa.
Kadang sang pemeran utama lupa akan tugas utamanya bermain peran
Ia terlalu terlena dengan godaan dunia fana yang memesona
Hingga akhirnya dia selalu tidak bisa menerima
dan putus asa akan jalan cerita yang ada
Harusnya pemeran utama sadar, ia hanya bermain peran
Sampai batas waktu yang ditentukan,
Mengapa tidak jalankan semuanya sesuai aturan
Sehingga tidak akan ada akhir cerita yang berantakan.
Minggu, 25 Desember 2016
Cerita kita ...
Cerita kita ...
Berawal dari rasa penasaran dan keingintahuan,
Entah kamu yang sengaja menggoda karena iseng saja,
Atau malah aku yang justru tergoda karena tidak waspada.
Cerita kita ...
Terlepas dari begitu banyak pertanyaan dan kebingungan,
Mengapa rasanya ini terlalu begitu menyenangkan,
Sampai-sampai tak ada rasa penyesalan.
Cerita kita ...
Dari semua kata-kata yang tertata, entah ini kebohongan belaka atau benar ketulusan kita
Aku benci bertanya-tanya dalam hati,
Haruskah cerita ini kita akhiri ?!
Berawal dari rasa penasaran dan keingintahuan,
Entah kamu yang sengaja menggoda karena iseng saja,
Atau malah aku yang justru tergoda karena tidak waspada.
Cerita kita ...
Terlepas dari begitu banyak pertanyaan dan kebingungan,
Mengapa rasanya ini terlalu begitu menyenangkan,
Sampai-sampai tak ada rasa penyesalan.
Cerita kita ...
Dari semua kata-kata yang tertata, entah ini kebohongan belaka atau benar ketulusan kita
Aku benci bertanya-tanya dalam hati,
Haruskah cerita ini kita akhiri ?!
Sabtu, 24 Desember 2016
Cerita Kita ?!
Cerita Kita ...
Entah dari mana dan bagaimana cerita ini dimulai
Dengan tiba-tiba aku merasa semua hal yang kamu lakukan terasa menyenangkan.
Cerita kita ...
Apakah yang sebenarnya sedang kita lakukan?
Kamu yang tergoda dengan pesona atau aku yang termakan rayuan.
Cerita kita ...
Mari jangan libatkan emosi dan perasaan terlalu dalam,
Biarkan cerita ini berjalan dengan nyaman.
Entah dari mana dan bagaimana cerita ini dimulai
Dengan tiba-tiba aku merasa semua hal yang kamu lakukan terasa menyenangkan.
Cerita kita ...
Apakah yang sebenarnya sedang kita lakukan?
Kamu yang tergoda dengan pesona atau aku yang termakan rayuan.
Cerita kita ...
Mari jangan libatkan emosi dan perasaan terlalu dalam,
Biarkan cerita ini berjalan dengan nyaman.
Minggu, 19 April 2015
PART 1
banyak dari mereka para wanita memimpikan akhir cerita cinta yang bahagia layaknya kisah dongeng seorang putri kerajaan. bertemu pangeran impian yang baik hati dan juga tampan. memiliki wajah cantik dan gaun pesta mewah. malam ini sayangnya bukan kisah tentang seorang putri dari kerajaan, ini hanyalah kisah seorang wanita biasa dengan kisahnya yang juga biasa. Diani Windi, nama ku.
cinta pertama, aku yakin semua orang pernah merasakannya termasuk aku. namun sampai saat ini aku tak tahu pasti deskripsi detailnya dari cinta pertama itu apa dan seperti apa. seingat ku saat pertama kali aku menyukai lawan jenis ku mungkin itu " si cinta pertama " aku bukan hanya menyukainya namun mulai selalu memperhatikannya dan selalu ingin bertemu dengannya. itu dimulai ketika aku duduk dibangku kelas 2 sekolah menengah pertama, beberapa teman ku bilang ini namanya " cinta monyet ". entahlah aku tak ambil pusing soal istilah " cinta " itu yang aku tahu rasanya berbeda, itu saja. Diwan Saputra, dia tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu tampan tapi, dia menyenangkan. dia bukan teman sekolah ku dia adalah teman kakak ku, kakak ku selalu membewa teman-temannya ke rumah setelah mereka pulang sekolah, di rumah ku lah pertemuan pertama aku dengan Diwan. banyak hal yang terjadi diantara kami berdua yang faktanya hanya aku saja yang berlebihan mengaggap semua sikapnya kepada ku saat itu. dia sering menjemput ku kesekolah ketika aku minta kakak ku untuk menjemput tapi malah dia yang datang. dia juga sering membantu ku menyelesaikan tugas-tugas sekolah ku, dan dia selalu mengajakan ku untuk wisata kuliner meskipun itu hanya jajanan makanan di depan kompleks rumah ku.
" kakak seneng bisa kenal kamu, kamu lucu coba kalau kamu adeknya kakak, rumah kakak pasti ga bakal sepi ".
itulah kalimat yang selalu aku ingat dari mulutnya, dari situ aku paham jika ia tak lain hanyalah mengagap aku sebagai adeknya. bahkan dia tak sungkan untuk selalu bercerita tentang wanita yang sedang ia sukai kepada aku. namun banyak hal yang aku dapatkan saat mengenal dia, mungkin karena dia adalah pria pertama yang aku sukai jadi sedikit sulit untuk aku bisa melupakannya saat itu.sampai pada saatnya aku masuk bangku sekolah menengah atas dan kakak ku lulus sekolah menengah atas mulai jarang bermain dengan teman-temannya lagi, aku mulai jarang bertemu dan bermain dengan dia lagi. padahal aku ingin pamer kepada dia, bahwa aku sekarang sudah besar dan cantik.
to be continued...
cinta pertama, aku yakin semua orang pernah merasakannya termasuk aku. namun sampai saat ini aku tak tahu pasti deskripsi detailnya dari cinta pertama itu apa dan seperti apa. seingat ku saat pertama kali aku menyukai lawan jenis ku mungkin itu " si cinta pertama " aku bukan hanya menyukainya namun mulai selalu memperhatikannya dan selalu ingin bertemu dengannya. itu dimulai ketika aku duduk dibangku kelas 2 sekolah menengah pertama, beberapa teman ku bilang ini namanya " cinta monyet ". entahlah aku tak ambil pusing soal istilah " cinta " itu yang aku tahu rasanya berbeda, itu saja. Diwan Saputra, dia tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu tampan tapi, dia menyenangkan. dia bukan teman sekolah ku dia adalah teman kakak ku, kakak ku selalu membewa teman-temannya ke rumah setelah mereka pulang sekolah, di rumah ku lah pertemuan pertama aku dengan Diwan. banyak hal yang terjadi diantara kami berdua yang faktanya hanya aku saja yang berlebihan mengaggap semua sikapnya kepada ku saat itu. dia sering menjemput ku kesekolah ketika aku minta kakak ku untuk menjemput tapi malah dia yang datang. dia juga sering membantu ku menyelesaikan tugas-tugas sekolah ku, dan dia selalu mengajakan ku untuk wisata kuliner meskipun itu hanya jajanan makanan di depan kompleks rumah ku.
" kakak seneng bisa kenal kamu, kamu lucu coba kalau kamu adeknya kakak, rumah kakak pasti ga bakal sepi ".
itulah kalimat yang selalu aku ingat dari mulutnya, dari situ aku paham jika ia tak lain hanyalah mengagap aku sebagai adeknya. bahkan dia tak sungkan untuk selalu bercerita tentang wanita yang sedang ia sukai kepada aku. namun banyak hal yang aku dapatkan saat mengenal dia, mungkin karena dia adalah pria pertama yang aku sukai jadi sedikit sulit untuk aku bisa melupakannya saat itu.sampai pada saatnya aku masuk bangku sekolah menengah atas dan kakak ku lulus sekolah menengah atas mulai jarang bermain dengan teman-temannya lagi, aku mulai jarang bertemu dan bermain dengan dia lagi. padahal aku ingin pamer kepada dia, bahwa aku sekarang sudah besar dan cantik.
to be continued...
Jumat, 02 Januari 2015
2015
it's january and it's new years, cerita baru pun siap menanti di sana. terimakasih 2014 dan selamat datang 2015 dan seperti kebanyakan orang pastinya yang berharap tahun ini menjadi pribadi lebih baik dari tahun sebelumnya, begitu pun saya. setelah blog ini kembali mati suri karena saya yang terlalu malas untuk membukanya, karena tak begitu yakin akan ada yang membaca entri terbaru saya atau tidak, hari ini saya memutuskan paling tidak sebulan sekali saya harus rutin membuka diary digital saya ini untuk bercelotoh tentang semua hal yang terjadi dalam kehidupan saya setiap bulannya, untuk apa? yah jawabannya hanyalah untuk membuang penat dan sekedar bercerita ngaler ngidul untuk meringankan kepenatan. karena percaya atau tidak setiap detiknya kehidupan kita selalu ada cerita yang berbeda-beda. malam ini pun saya punya sejuta cerita panjang lebar yang ingin diungkapkan, namun saya terlalu malas merangkao kata demi katanya, sayang hanya akan memberikan garis besarnya saja, di tahun yang baru ini, sejujurnya saya tidak begitu bahagia menyambut kedatangan si 2015 karena rasanya kehidupan nyata itu menjadi semakin jelas dan menakutkan. meninggalkan si 2014 itu menjadi kebingungan tersendiri bagi saya, begitu bahagia karena saya mampu menyelesaikan tugas saya tepat waktu, namun juga cemas karena saya harus mampu membuka pintu gerbang kehidupan yang sebenarnya. terlalu banyak pertimbangan dan berpikir macam-macam memang tidak bagus, namun yag namanya hati nurani mana bisa dibohongi meski mulut berkata siap sebenarnya hati berteriak bilang tidak siap. dan seperti kebanyak orang bilang juga karena kehidupan itu terus berjalan dan tidak cukup dengan hanya dipikirkan, maka hanya saya sendirilah yang dapat menyelamatkan diri saya sendiri dari segala macam kecemasan. begitu banyak rencana yang saya buat untuk menyambut kedatangan si 2015 namun sebenarnya saya tidak yakin betul kalau semua rencana saya itu akan berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. saat ini saya hanya akan berpikir untuk tetap membuat sejuta rencana-rencana gila untuk hidup saya dan akan tetap berusaha untuk memberikan yang terbaik apa pun itu bentuknya, meski terdengar klise namun hanya dengan berpikir seperti itulah saya bisa memberikan semangat pada diri saya sendiri.
Welcome 2015, a new story is started.
Good night, Fenni .....
Langganan:
Postingan (Atom)